BisnisEkonomiUmum

TTL dan BRIN Kolaborasi Petakan Keanekaragaman Hayati Laut Kawasan Teluk Lamong

214
×

TTL dan BRIN Kolaborasi Petakan Keanekaragaman Hayati Laut Kawasan Teluk Lamong

Share this article
Tim peneliti Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) BRIN bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) melakukan pengambilan sampel biota laut di kawasan perairan Teluk Lamong, Surabaya.

UPDATECEPAT.COMSURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sistem Biota (PRSB). Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pemetaan biota laut di kawasan perairan Teluk Lamong sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus upaya pelestarian ekosistem pesisir.

Kerja sama ini meliputi pemetaan berbagai kelompok biota laut, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, serta penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong yang akan menjadi dokumentasi ilmiah mengenai kekayaan hayati di kawasan pelabuhan tersebut.

Sebanyak tujuh peneliti dari PRSB BRIN melaksanakan riset lapangan selama lima hari, yakni pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengambilan sampel, identifikasi, dan pengamatan terhadap berbagai organisme laut untuk menyusun profil keanekaragaman hayati di kawasan Teluk Lamong.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan bahwa kolaborasi dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pengelolaan lingkungan perusahaan didasarkan pada kajian ilmiah yang kredibel.

“Sebagai terminal peti kemas yang mengedepankan konsep Green Port, PT Terminal Teluk Lamong meyakini bahwa keberlanjutan harus didukung oleh data dan kajian ilmiah yang kredibel. Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat,” ujar Syaiful Anam.

Ia menambahkan, keterlibatan peneliti BRIN secara langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian ekosistem pesisir Indonesia.

Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi antara dunia industri dan lembaga riset menjadi langkah penting dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang berdampak luas bagi lingkungan.

Menurut Hanung, hasil observasi awal menunjukkan kondisi biota laut di kawasan perairan Terminal Teluk Lamong berada dalam kondisi yang baik. Keanekaragaman plankton, makrobenthos, dan nekton yang ditemukan mengindikasikan ekosistem pesisir di kawasan tersebut masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan.

Meski demikian, seluruh sampel yang telah dikumpulkan masih akan menjalani proses identifikasi dan analisis laboratorium untuk menghasilkan data yang lebih komprehensif. Hasil akhir penelitian diharapkan menjadi referensi ilmiah dalam mendukung pengelolaan lingkungan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan sekaligus mendukung upaya konservasi ekosistem pesisir di masa mendatang.

Selain menghasilkan basis data ilmiah, kolaborasi ini juga akan melahirkan publikasi Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong yang berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat, akademisi, dan para pemangku kepentingan mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati pesisir.

Melalui kerja sama dengan BRIN, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi pengelolaan lingkungan. Sebagai pelabuhan yang mengusung konsep Green Port, TTL terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, perlindungan lingkungan, dan pembangunan pelabuhan yang berkelanjutan. (CMU)