UPDATECEPAT.COM – MALANG, 14 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungannya ke kebun salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Senin (13/7).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Malang H. Sanusi meninjau langsung kebun salak madu milik Sukatmiani yang telah dibudidayakan selama sembilan tahun. Selain berdialog mengenai teknik budidaya, produktivitas, dan pemasaran, Khofifah juga memanen langsung buah salak serta mencicipi hasil panen yang dikenal memiliki cita rasa manis dan tekstur renyah.
Khofifah mengapresiasi keberhasilan petani dalam mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi tersebut. Dengan sekitar 450 pohon salak, kebun tersebut mampu menghasilkan 40–60 kilogram buah setiap kali panen yang dilakukan hingga dua kali dalam sepekan. Memasuki musim panen raya pada Agustus hingga September, produksinya dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal dengan permintaan pasar yang terus bertambah.
“Keberhasilan petani mengembangkan salak madu membuktikan bahwa komoditas hortikultura lokal memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional, didukung inovasi, dan diperkuat akses pemasarannya,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, area tanam salak madu di Desa Wonoagung saat ini masih relatif terbatas, sementara permintaan pasar terhadap buah premium tersebut terus meningkat. Bahkan, sebagian hasil panen telah dipesan konsumen jauh sebelum masa panen tiba.
“Salak madu Desa Wonoagung ini area tanamnya masih terbatas. Dengan kualitas premium, sebelum panen pun sudah banyak yang melakukan indent. Bersama Bupati Malang, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Camat Kasembon, dan Kepala Desa Wonoagung, kami mendiskusikan upaya perluasan area tanam karena potensi pasarnya sangat besar dengan nilai ekonomi yang baik,” katanya.
Menurut Khofifah, salak madu Wonoagung memiliki karakteristik khas berupa rasa yang manis, tekstur renyah, serta kualitas buah yang sangat baik sehingga berpotensi menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Jawa Timur yang mampu bersaing di pasar nasional.
Ia berharap keberhasilan petani di Desa Wonoagung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan pertanian berbasis potensi lokal yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Komoditas lokal seperti salak madu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas produksi, nilai tambah, serta akses pemasaran semakin meningkat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur akan terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan hilirisasi hasil pertanian, pengembangan agribisnis, serta perluasan jaringan pemasaran agar kesejahteraan petani semakin meningkat.
Sementara itu, pemilik kebun salak madu, Sukatmiani, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Jawa Timur kepada petani hortikultura di Kabupaten Malang.
“Terima kasih sekaligus merupakan sebuah penghormatan bagi kami karena Ibu Gubernur berkenan berkunjung ke perkebunan salak kami,” ujarnya.
Sukatmiani menceritakan bahwa pengetahuan budidaya salak diperolehnya setelah mempelajari teknik penanaman di kawasan lereng Merapi. Selanjutnya, ia membawa bibit dari Desa Turi, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk dikembangkan di Desa Wonoagung hingga kini menjadi salah satu sentra salak madu di Kabupaten Malang.
Selain dikenal sebagai penghasil salak madu, Desa Wonoagung juga memiliki tanah hitam yang subur sehingga cocok untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura seperti durian, manggis, dan jeruk yang selama ini menjadi andalan pertanian Kabupaten Malang. (FSQ)



