Hukum

Klinik Tempat Sutrimo Ditemukan Tewas Ternyata Sudah Tutup Sejak Pandemi Covid-19

293
×

Klinik Tempat Sutrimo Ditemukan Tewas Ternyata Sudah Tutup Sejak Pandemi Covid-19

Share this article

UPDATECEPAT.COM – JAKARTA – Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kasus kematian Sutrimo. Klinik kecantikan Mordent Aesthetic Clinic di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi ditemukannya korban, ternyata sudah tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19 sekitar lima tahun lalu.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Dedi, petugas keamanan yang bertugas di sekitar lokasi. Menurutnya, klinik hanya sempat beroperasi beberapa bulan sebelum akhirnya tutup akibat pandemi.

“Lama banget, dari Corona aja. Jadi sempat buka beberapa bulan, kehajar Corona, stuck dia,” ujar Dedi saat ditemui wartawan di sekitar lokasi.

Dedi mengatakan, sejak saat itu bangunan klinik selalu dalam keadaan terkunci dan tidak pernah terlihat aktivitas maupun orang keluar masuk.

“Enggak ada aktivitas. Makanya saya kaget ada orang meninggal di situ,” katanya.

Keterangan senada disampaikan warga lainnya, Deni. Ia menyebut klinik tersebut memang telah lama tutup dan terbengkalai sebelum akhirnya menjadi lokasi ditemukannya Sutrimo.

Menurut Deni, saat korban ditemukan pada Kamis (23/7), tubuh Sutrimo terlihat telentang di halaman klinik dan telah ditutupi kain sebelum dievakuasi menggunakan ambulans. Ia juga mengaku melihat adanya busa di area wajah korban, meski tidak dapat memastikan asalnya karena berada cukup jauh dari lokasi.

Sementara itu, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Aesthetic Clinic pada Senin (27/7) guna mendalami penyebab kematian Sutrimo. Penyidik juga mengumpulkan keterangan para saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Sutrimo. Penyelidikan masih dilakukan dengan meminta keterangan saksi-saksi, keluarga korban, petugas rumah sakit, serta mendalami rekam medis dan berbagai informasi lain yang berkaitan dengan kasus ini,” ujar Budi Hermanto.

Hingga kini, kepolisian menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan masyarakat diminta menunggu hasil penyidikan serta pemeriksaan forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo. (BNR)