BisnisEkonomi

Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Gizi Keluarga, Salurkan Bantuan Beras dan Telur di Pasuruan

244
×

Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Gizi Keluarga, Salurkan Bantuan Beras dan Telur di Pasuruan

Share this article

UPDATECEPAT.COMPASURUAN, 5 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Pasar Murah. Kali ini, Pasar Murah ke-81 Tahun 2026 digelar di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7).

Gelaran ini menjadi Pasar Murah ke 81 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di sepanjang tahun ini. Hal tersebut menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperluas pemerataan intervensi pangan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

Gubernur Khofifah mengatakan, Pasar Murah merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis yang selama ini menjadi penyumbang inflasi. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga.

“Pasar Murah ini akan terus kita lanjutkan di berbagai daerah di Jawa Timur. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, sementara stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga di pasar. Pemerintah juga harus hadir dengan intervensi langsung agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ketika harga pangan stabil dan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Inilah yang terus kita ikhtiarkan bersama,” katanya.

Dalam Pasar Murah kali ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Tidak hanya menyediakan harga pangan murah, Pemprov Jawa Timur juga memberikan bantuan pangan kepada kelompok masyarakat rentan. Pada kesempatan ini, Khofifah menyerahkan beras kemasan 5 kilogram kepada warga lanjut usia berusia 60 tahun ke atas, serta paket telur ayam masing-masing seberat setengah kilogram kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Khofifah menyampaikan, bantuan ini merupakan pelengkap dari pelaksanaan pasar murah agar manfaat intervensi pemerintah dapat dirasakan lebih luas, khususnya oleh masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kami ingin memastikan bahwa kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak juga mendapatkan manfaat langsung dari program ini. Harapannya, selain membantu meringankan beban pengeluaran keluarga, bantuan ini juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menambahkan, keberlanjutan Pasar Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilaksanakan secara terpadu melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, distributor, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia optimistis, dengan distribusi pangan yang lancar dan intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan, stabilitas harga kebutuhan pokok di Jawa Timur dapat terus terjaga sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain fokus pada stabilitas pangan, pelaksanaan Pasar Murah di Desa Bulukandang juga menjadi momentum memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah membeli berbagai produk UMKM lokal untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal.

Langkah tersebut, kata Khofifah, diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, memperluas akses pasar bagi produk UMKM, sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

“Pengendalian inflasi harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Karena itu, kita juga terus mendorong agar UMKM lokal semakin berkembang, produknya semakin dikenal masyarakat, pasarnya semakin luas, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usahanya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pasar Murah, menurutnya, tidak sekadar menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM.

“Pemprov Jatim akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai langkah konkret. Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya beli, memastikan inflasi tetap terkendali, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM lokal,” pungkasnya. (OVB)