BisnisEkonomiTechnology

Berthing Window Resmi Diterapkan di TPK Berlian, TTL Bidik Efisiensi Logistik Nasional

286
×

Berthing Window Resmi Diterapkan di TPK Berlian, TTL Bidik Efisiensi Logistik Nasional

Share this article

UPDATECEPAT.COMSURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mulai menerapkan sistem Berthing Window dan Berthing Priority di Terminal Petikemas (TPK) Berlian mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi strategi perusahaan dalam menghadapi peningkatan trafik kapal sekaligus meningkatkan kepastian layanan bagi pengguna jasa pelabuhan.

Peningkatan aktivitas logistik dan arus peti kemas di Jawa Timur mendorong kenaikan trafik kapal di sejumlah terminal yang dikelola TTL. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator menguatnya aktivitas perdagangan dan logistik nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa terhadap kepastian jadwal sandar kapal, TTL mengoptimalkan sistem Berthing Window, yakni mekanisme penjadwalan sandar kapal melalui alokasi waktu yang telah ditentukan. Sistem ini memberikan kepastian slot kedatangan kapal sehingga mampu mengurangi waktu tunggu (waiting time) maupun lama kapal bersandar (port stay) selama proses bongkar muat.
Sebelumnya, sistem Berthing Window telah diterapkan di TPK Teluk Lamong dan TPK Nilam. Selanjutnya, implementasi diperluas ke TPK Berlian mulai 1 Juli 2026.
Di TPK Berlian, penerapan Berthing Window menggunakan pola penjadwalan 7 hari, 5 hari, dan 3,5 hari. Sementara itu, kapal yang berada di luar pola tersebut akan dilayani melalui skema Berthing Priority, yakni mekanisme prioritas sandar berdasarkan pemesanan (booking) yang telah dilakukan oleh perusahaan pelayaran.
Agar sistem berjalan optimal, perusahaan pelayaran diwajibkan memperbarui jadwal kedatangan kapal atau estimated time of arrival (ETA) secara berkala.
Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window guna mendukung implementasi sistem tersebut.
“Guna mendukung implementasi ini, kami akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi sandar kapal berjalan lebih terjadwal, tertata, dan efektif,” ujar Burhanudin.
Sebelum diterapkan, sistem Berthing Window dan Berthing Priority telah disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan dan pengguna jasa pada 22 Juni 2026 di Surabaya. Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi bersama sejumlah perusahaan pelayaran, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Temas Shipping, PT Indo Container Lines, PT PPN Panurjwan, PT Caraka Tirta Perkasa, dan PT Mentari Mas Multimoda.
Menurut Burhanudin, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan kepastian jadwal dan meningkatkan kecepatan layanan kepada pelanggan.
“Melalui Berthing Window dan Berthing Priority, kami ingin menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang lebih transparan, tertata, dan efisien, yang pada akhirnya dapat mendukung penurunan biaya logistik,” katanya.
Implementasi sistem juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang memungkinkan pelanggan memantau jadwal operasional secara digital. Langkah tersebut sejalan dengan upaya transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menstandardisasi layanan sekaligus meningkatkan produktivitas di seluruh terminal peti kemas.
Melalui penerapan Berthing Window dan Berthing Priority di TPK Berlian, TTL menargetkan perencanaan tambatan dan jadwal kedatangan kapal menjadi lebih efektif, waktu tunggu kapal semakin singkat, produktivitas bongkar muat meningkat, serta arus logistik nasional berjalan lebih lancar dan efisien. (LNR)