PemerintahanPendidikanUmum

Gubernur Jawa Timur Optimistis Kerja Sama Jatim – Malaysia Dongkrak Ekonomi Inklusif

324
×

Gubernur Jawa Timur Optimistis Kerja Sama Jatim – Malaysia Dongkrak Ekonomi Inklusif

Share this article

UPDATECEPAT.COMKuala Lumpur, 30 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, dalam rangka membahas penguatan kerja sama perdagangan dan pendidikan antara Jawa Timur dan Malaysia. Pertemuan berlangsung di Pavilion Kuala Lumpur, Rabu (29/4), sebagai bagian dari rangkaian misi dagang dan investasi Jawa Timur di Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan kesiapan Jawa Timur untuk menjadi powerhouse perdagangan nasional. Hal ini didukung oleh strategi penguatan perdagangan yang selama ini dijalankan, mulai dari kerja sama antar daerah hingga ekspansi ke pasar internasional.

“Sejak beberapa tahun terakhir, kami secara konsisten melakukan misi dagang ke berbagai provinsi dan negara sahabat. Ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif,” ujar Khofifah.

Ia menyebut, hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Malaysia menunjukkan tren positif. Berbagai transaksi telah terealisasi melalui forum business matching, termasuk sepuluh kali pertemuan bisnis dalam misi dagang kali ini.

Berdasarkan data tahun 2025, nilai ekspor Jawa Timur ke Malaysia mencapai USD 1,539,3 juta, sementara impor dari Malaysia sebesar USD 572,37 juta. Kondisi tersebut menghasilkan surplus perdagangan sebesar USD 967,06 juta, yang mencerminkan meningkatnya daya saing produk Jawa Timur di pasar global.

Komoditas unggulan ekspor Jawa Timur ke Malaysia meliputi tembaga, lemak dan minyak hewani, produk kimia, kakao dan olahannya, serta kayu dan produk turunannya. Sementara itu, impor dari Malaysia didominasi oleh produk plastik, bahan kimia organik, mesin dan peralatan mekanis, makanan olahan, serta kakao.

Selain Malaysia, Jawa Timur juga tengah memperluas pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Maladewa yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor. “Pasar global terus berkembang dan menghadirkan peluang baru. Jawa Timur siap menjawab kebutuhan tersebut dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.

Di sisi lain, Khofifah menekankan bahwa kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada sektor perdagangan, tetapi juga pada ketahanan dan kedaulatan pangan. Berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, serta protein hewani telah mampu dipenuhi dari produksi dalam daerah.

Penguatan sektor peternakan juga terus dilakukan melalui pengembangan teknologi, termasuk pembangunan Grand Parent Stock (GPS) untuk meningkatkan kualitas produksi dan mengurangi ketergantungan impor.

Tak hanya itu, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi turut menjadi faktor penting dalam mendukung penguatan sektor perdagangan dan industri. Kolaborasi riset diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, termasuk kolaborasi antar perguruan tinggi dan program pertukaran pelajar guna mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Selain itu, dibahas pula pentingnya penguatan koordinasi terkait regulasi ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan optimal bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Gubernur Khofifah berharap kerja sama antara Jawa Timur dan Malaysia dapat terus ditingkatkan guna membuka peluang perdagangan yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Jawa Timur akan terus menjadi penjalin sinergi perdagangan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Dubes RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, mengapresiasi peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia. Ia menilai, potensi besar Jawa Timur sebagai pusat industri dan perdagangan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di Malaysia.

“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi yang sangat besar. Melalui diskusi dan kolaborasi yang intensif, kami optimistis berbagai peluang kerja sama ini dapat ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak,” ujarnya. (KFB)