EkonomiPemerintahanUmum

Harga Pangan Aman di Ponorogo, Gubernur Pastikan Tidak Ada Lonjakan Pasca Lebaran

281
×

Harga Pangan Aman di Ponorogo, Gubernur Pastikan Tidak Ada Lonjakan Pasca Lebaran

Share this article
Dok : Istimewa

UPDATECEPAT.COMPONOROGO, 3 April 2026 – Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung Pasar Legi Ponorogo untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas relatif terkendali, bahkan beberapa mengalami penurunan.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dengan menyasar sejumlah lapak pedagang. Gubernur juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli guna memastikan kondisi distribusi dan harga di lapangan.
Khofifah menyebutkan, distribusi sembako di Pasar Legi berjalan lancar selama bulan Syawal. Ia menilai kondisi ini berdampak pada harga yang cenderung stabil.
“Distribusinya lancar, harga cenderung stabil bahkan ada yang turun. Daging ayam turun cukup signifikan, daging sapi juga turun, sementara beras tetap stabil,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai rawit berada di kisaran Rp40.000-Rp60.000 per kilogram, cabai besar Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp27.000-Rp30.000 per kilogram, serta bawang putih Rp22.000-Rp25.000 per kilogram.
Untuk komoditas pangan utama, telur ayam dijual Rp27.000-Rp30.000 per kilogram. Harga beras juga stabil, dengan beras SPHP sekitar Rp57.000 per 5 kilogram, beras medium Rp12.800-Rp13.000 per kilogram, dan beras premium Rp14.700-Rp15.000 per kilogram. Sementara gula pasir berkisar Rp12.000-Rp16.000 per kilogram.
Adapun harga protein hewani seperti daging ayam ras berada di kisaran Rp36.000-Rp38.000 per kilogram, ayam kampung sekitar Rp128.000 per ekor, dan daging sapi sekitar Rp130.000 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tercatat Rp15.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sekitar Rp19.000 per liter.
Komoditas hortikultura lainnya juga terpantau stabil, di antaranya kentang Rp15.000 per kilogram, wortel Rp10.000 per kilogram, tomat Rp3.000 per kilogram, serta garam Rp7.000 per kilogram.
Khofifah menegaskan, sejumlah komoditas seperti beras, daging ayam, hingga minyak goreng masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). Ia meminta agar monitoring dan pengawasan terus dilakukan guna mencegah lonjakan harga.
Gubernur juga mengapresiasi peran Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan beras program pemerintah, khususnya beras SPHP yang dinilai berkontribusi besar terhadap stabilitas harga di pasaran.
“Peran Bulog sangat signifikan. Distribusi beras SPHP dan Minyakita terkonfirmasi lancar dan harganya di bawah HET,” katanya.
Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga melalui berbagai langkah strategis, seperti operasi pasar dan penguatan cadangan pangan.
Selain itu, Khofifah juga mengapresiasi pedagang yang tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan penimbunan barang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku pasar dalam menjaga daya beli masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kunjungan tersebut Khofifah turut menyalurkan paket sembako kepada tukang becak dan buruh angkut di sekitar pasar. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di momentum Syawal.

(OPE)