BisnisEkonomi

Harga Emas Melonjak, Ketidakpastian Ekonomi Dorong Permintaan Investor

234
×

Harga Emas Melonjak, Ketidakpastian Ekonomi Dorong Permintaan Investor

Share this article

UPDATECEPAT.COM – Harga emas pada Minggu, 8 Maret 2026 menunjukkan tren penguatan baik di pasar domestik maupun global. Di Indonesia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk tercatat naik menjadi sekitar Rp3.059.000 per gram, meningkat sekitar Rp35.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu harga buyback berada di kisaran Rp2.822.000 per gram, sehingga selisih antara harga jual dan beli kembali mencapai sekitar Rp237.000 per gram. Kenaikan ini juga diikuti oleh produk emas lain seperti UBS dan emas yang dijual melalui Pegadaian, menunjukkan bahwa permintaan terhadap logam mulia masih cukup tinggi di pasar domestik. 

Secara global, penguatan harga emas dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Investor cenderung memindahkan dana ke emas yang dikenal sebagai aset safe haven ketika kondisi ekonomi dan geopolitik tidak stabil. Ketegangan geopolitik di beberapa kawasan, termasuk konflik di Timur Tengah, membuat pasar keuangan bergejolak dan meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai. Selain itu, pembelian emas dalam jumlah besar oleh berbagai bank sentral dunia juga ikut mendorong harga logam mulia naik dalam beberapa pekan terakhir. 

Faktor lain yang mempengaruhi kenaikan harga emas adalah tekanan inflasi global dan pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Ketika inflasi tinggi dan nilai mata uang berfluktuasi, emas sering dijadikan alat penyimpan nilai karena relatif stabil dibandingkan aset lain seperti saham atau mata uang. Dalam situasi ini, permintaan emas meningkat baik dari investor individu maupun institusi keuangan. Kondisi tersebut membuat harga emas tetap berada dalam tren kuat meskipun pasar masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. 

Sejumlah analis memperkirakan tren harga emas masih berpotensi menguat sepanjang 2026 jika ketidakpastian ekonomi global terus berlangsung. Permintaan yang tinggi dari bank sentral, investor, serta meningkatnya kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi diperkirakan akan menjaga harga emas tetap berada di level tinggi. Bagi masyarakat, kondisi ini membuat emas kembali dilirik sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman di tengah dinamika ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil. (THV)