PemerintahanPendidikan

Mensos Minta Pemkab Sidoarjo Percepat Pembukaan Sekolah Rakyat

288
×

Mensos Minta Pemkab Sidoarjo Percepat Pembukaan Sekolah Rakyat

Share this article

UPDATECEPAT.COM – SIDOARJO, Jawa Timur – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera merealisasikan pembukaan Sekolah Rakyat (SR) pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Dorongan tersebut disampaikan Mensos yang akrab disapa Gus Ipul usai menghadiri kegiatan sosialisasi pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Sidoarjo, Jumat (6/2/2026).

Gus Ipul menegaskan bahwa setidaknya pada tahun ini Sidoarjo sudah dapat memulai pelaksanaan Sekolah Rakyat dalam bentuk rintisan. Menurutnya, langkah awal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan gedung milik pemerintah daerah sebagai fasilitas belajar mengajar, sembari menunggu pembangunan sekolah permanen.

Ia menjelaskan, posisi strategis Sidoarjo sebagai daerah penyangga ibu kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, menjadikan wilayah ini memiliki peran penting dalam memastikan warga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 DTSEN memperoleh layanan pendidikan yang layak. Pendidikan, kata dia, menjadi salah satu kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial saat ini tengah menjalankan program pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah di Indonesia, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan 100 sekolah tambahan pada 2027.

Ia berharap Kabupaten Sidoarjo dapat masuk dalam kuota pembangunan Sekolah Rakyat permanen pada tahap lanjutan tersebut. Menurutnya, kesiapan daerah menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan dapat segera direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 9,5 hektare yang berlokasi di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, sebagai calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Lahan tersebut disiapkan untuk mendukung rencana pemerintah pusat dalam memperluas program pendidikan bagi masyarakat miskin.

Subandi berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sidoarjo dapat terealisasi pada 2027 sesuai arahan Menteri Sosial. Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat akan sangat membantu anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil terbawah DTSEN agar tetap memperoleh hak pendidikan secara layak dan berkelanjutan.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat intervensi sosial berbasis data DTSEN, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dari kelompok masyarakat paling rentan. (NTH)