Ekonomi

Harga Emas Anjlok Rp260 Ribu, Antam Dibanderol Rp2,86 Juta per Gram

238
×

Harga Emas Anjlok Rp260 Ribu, Antam Dibanderol Rp2,86 Juta per Gram

Share this article

UPDATECEPAT.COM – Jakarta, 1 Februari 2026 – Harga emas batangan di Indonesia mengalami koreksi signifikan pada Minggu (1/2/2026), seiring tekanan dari pergerakan pasar global yang melemah. Data terbaru menunjukkan sejumlah produk emas batangan mencatat penurunan harga dibanding pekan sebelumnya.

Berdasarkan laman resmi data harga logam mulia nasional, Harga Emas Antam berada di level sekitar Rp2.860.000 per gram pada 1 Februari 2026, setelah sebelumnya turun tajam sekitar Rp260.000 per gram dari posisi beberapa hari sebelumnya. Penurunan ini merupakan respons pasar setelah harga emas sempat mencapai level rekor tinggi di akhir Januari.

Selain Antam, harga emas batangan di sejumlah platform seperti Galeri24 dan UBS juga menunjukkan tren turun. Di Pegadaian, harga jual emas batangan berbagai produk turun dibandingkan akhir Januari 2026, menunjukkan koreksi di pasar emas domestik.

Turunnya harga emas fisik ini menjadi perhatian investor dan masyarakat yang menggunakan emas sebagai instrumen investasi maupun tabungan jangka panjang.

Tekanan Pasar Global Pengaruhi Harga Emas

Anjloknya harga emas domestik juga dipengaruhi oleh tren pelemahan harga emas di pasar internasional. Laporan dari media bisnis global mencatat bahwa harga emas internasional jatuh tajam pada 1 Februari, dengan koreksi besar setelah periode reli kuat sebelumnya.

Tekanan jual di pasar komoditas muncul di tengah beberapa faktor, termasuk profit-taking oleh investor setelah harga mencapai puncak, kekuatan mata uang dolar AS, serta kondisi pasar global yang membuat permintaan emas sementara menurun.

Di Vietnam pun dilaporkan harga emas SJC menunjukkan tren turun di awal Februari, mencerminkan tekanan di pasar Asia Tenggara sekaligus respons terhadap dinamika pasar global.

Dampak dan Pandangan Pasar

Para analis mencatat bahwa meskipun harga emas turun tajam pada 1 Februari, beberapa indikator fundamental untuk logam mulia masih dinilai kuat dalam jangka panjang. Namun, koreksi harga ini mengingatkan pelaku pasar bahwa harga emas juga rentan terhadap sentimen pasar uang global, terutama ketika terjadi volatilitas pada aset keuangan lain.

Investor disarankan untuk memantau tren harga emas selanjutnya, terutama menjelang keputusan kebijakan ekonomi penting yang sering memengaruhi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. (ZVA)