Ekonomi

Dampak Krisis AS–Venezuela, Investor Beralih ke Emas

386
×

Dampak Krisis AS–Venezuela, Investor Beralih ke Emas

Share this article

UPDATECEPAT.COM – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela di awal 2026 tak hanya mengguncang peta politik regional, tetapi juga berimbas nyata pada harga emas di pasar global. Aset safe-haven ini mencatat penguatan signifikan, seiring investor dunia merespons risiko ketidakpastian yang meningkat.

Menurut data perdagangan komoditas terbaru, harga emas dunia melonjak tajam pasca intervensi militer AS di Venezuela yang berujung pada penahanan Presiden Nicolás Maduro awal Januari 2026. Harga emas spot sempat naik lebih dari 2,7% ke sekitar US$4.448 per ons, mendekati rekor tertinggi yang pernah dicapai akhir Desember 2025.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman dari para investor global yang cemas atas gejolak geopolitik dan risiko pasar yang melebar. Ketika ketegangan politik meningkat, sejumlah pelaku pasar memilih memindahkan modalnya dari aset berisiko seperti saham dan obligasi ke logam mulia yang lebih stabil.

Aset Safe-Haven Kembali Dilirik Investor

Pasar emas telah menjadi primadona sejak pe­ng­­uatan ketegangan di Venezuela, karena investor global melihat instrumen ini sebagai perlindungan terhadap dampak geopolitik dan volatilitas pasar. Safe-haven demand atau permintaan lindung nilai emas biasanya meningkat bilamana pasar menghadapi ketidakpastian tinggi—baik terkait konflik, pergeseran kebijakan moneter, atau risiko geopolitik lain.

Analis pasar komoditas menyatakan bahwa konflik tersebut menghadirkan sentimen risiko yang mendorong aliran modal ke emas. Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS juga ikut memperkuat daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga tetapi mempertahankan nilainya di tengah turunnya imbal hasil aset berbasis bunga.

Dampak Sampingan ke Pasar Energi dan Ekonomi Global

Tidak hanya pasar emas, harga energi juga mengalami gejolak. Ketidakpastian pasokan minyak Venezuela — yang memiliki salah satu cadangan terbesar di dunia — turut menambah tekanan pada pasar energi global dan memperkuat sentimen risiko. Meskipun dampaknya terhadap produksi minyak belum dipastikan besar, ketidakpastian atas pasokan energi turut berkontribusi pada bergeraknya investor ke aset aman seperti emas.

Namun, menurut sejumlah analis, dampak konflik AS–Venezuela terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia, masih dianggap terbatas dalam jangka pendek, tetapi tetap perlu diawasi karena potensi eskalasi lebih luas dapat menciptakan risk premium yang lebih tinggi di pasar komoditas.

Prospek Harga Emas ke Depan

Dengan berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, sejumlah analis memproyeksikan bahwa harga emas berpeluang tetap tinggi sepanjang kuartal pertama 2026. Investor diperkirakan akan terus memasukkan emas ke dalam portofolio mereka sebagai aset pelindung terhadap risiko global yang tetap tinggi.

Kesimpulan: Konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela pada awal 2026 telah mendorong harga emas melonjak di pasar global, terutama karena meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik. Namun dampaknya terhadap ekonomi global masih dalam pengawasan para analis, dengan potensi perkembangan lebih lanjut jika konflik meluas. (LAJ)