UPDATECEPAT.COM – SIDOARJO, 9 Januari 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026.
Panen raya tersebut turut disaksikan secara daring oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim secara simbolis melakukan panen jagung di lahan seluas 3.000 meter persegi dari total hamparan satu hektare. Dari luasan tersebut, panen diproyeksikan menghasilkan sekitar tiga ton jagung. Hasil ini menjadi bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV 2025 yang digelar serempak di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Alhamdulillah, oleh Bapak Presiden Prabowo Indonesia telah dinyatakan swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras, hari ini kita panen jagung, dan target swasembada jagung Insya Allah bisa tercapai pada tahun 2026,” ujar Gubernur Khofifah.
Ia menegaskan, panen raya jagung ini merupakan bukti nyata konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat regional maupun nasional. Jawa Timur, kata Khofifah, terus menunjukkan keseriusannya mendukung visi nasional melalui penguatan produksi komoditas strategis.
Gubernur Khofifah memaparkan, luas baku sawah di Jawa Timur saat ini mencapai 1.207.997 hektare. Luasan tersebut terdiri dari lahan irigasi seluas 719.598 hektare atau sekitar 59,57 persen, serta lahan non-irigasi atau tadah hujan seluas 488.379 hektare atau 40,43 persen.
Berdasarkan Angka Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025 yang dipublikasikan pada 5 Januari 2026, luas panen jagung di Jawa Timur tercatat mencapai 755.417 hektare dengan produktivitas rata-rata 6,07 ton per hektare. Dari luasan tersebut, produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) dengan kadar air 28 persen mencapai 6.203.461 ton.
Sementara itu, produksi JPK dengan kadar air 14 persen tercatat sebesar 4.585.921 ton. Rata-rata harga jagung di tingkat produsen berada di angka Rp5.985 per kilogram, sebagaimana tercantum dalam Laporan Pelayanan Informasi Pasar. Adapun realisasi tanam jagung di Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai 990.011 hektare.
“Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia karena kontribusi produksi kita sangat signifikan terhadap kebutuhan nasional. Insya Allah ke depan, Jawa Timur akan tetap menjadi penguat utama swasembada pangan,” tegas Khofifah.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Konsen utama kita selalu petani. Apapun kebijakan yang kita ambil pasti mempertimbangkan kesejahteraan petani. Alhamdulillah, menurut BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai 118,96 atau naik sebesar 3,95 persen. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa,” ungkapnya.
Capaian NTP tersebut, lanjut Khofifah, menunjukkan posisi yang sangat kuat bagi sektor pertanian Jawa Timur serta menjadi indikator meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani.
Untuk tahun 2026, Pemprov Jawa Timur memproyeksikan produksi jagung dengan kadar air 14 persen mencapai 5.445.158 ton, dengan kebutuhan konsumsi langsung sekitar 89.820 ton. Sementara kebutuhan jagung untuk pakan ternak diperkirakan mencapai 4.152.060 ton, sehingga potensi surplus jagung pada 2026 diprediksi sebesar 1.203.818 ton.
“Jagung adalah komoditas strategis karena tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai pakan yang menopang sektor peternakan dan agribisnis. Jika kita mampu menjaga swasembada jagung, Insya Allah kualitas dan produktivitas ternak kita juga akan meningkat,” pungkas Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jawa Timur, yang dinilai aktif mendukung dan mengawal penguatan produksi jagung di Jawa Timur melalui berbagai program pendampingan dan pengamanan sektor pertanian. (WPT)



